Cerita Dewasa 2016 - Kisah Mesumku Dengan SPG HOT Cerita Dewasa 2016 - Kisah Mesumku Dengan SPG HOT Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT haruka aizawa 57

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT

Diposting pada

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT | Pagi itu aku harus lebih bagi ke studio foto MaxSaiz, salah satu studio foto terbesar di kotaku. Ada beberapa foto bencana alam yang harus kucetak utk dikirim segera ke pd Supri, kawan lamaku yang jadi agen berita luar negeri, berbasis di Jakarta. Sdh dua tahun ini, kujalani profesi fotografer freelance utk Supri. Lumayan jg hasilnya, Bsa buat nambah biaya hidupku yang selama ini hanya menggantung nasib sbg tukang foto panggilan. Maklum peluang kerja dikotaku agak sulit, kendatipun aku sarjana pertanian dgn nilai yang tak jelek-jelek amat. “Wah. wah. sialan, kok malah hujan. numpang teduh ya Bu, ” entah sial apa pagi itu, hujan mendadak turun tanpa mendung, aku pun terpaksa menghentikan laju sepeda motorku dan segera berteduh disebuah warung pinggir jalan. “Ndak apa Dik, memang hujannya deras, kalau di Trskan nanti basah semua bajunya, ” jawab pemilik warung, ibu berusia baya seumur ibuku. “Saya pesan kopi susunya Bu, jangan bnyk-bnyk gulanya ya, ” pintaku setelah mengambil duduk dlm warung itu. Sambil menunggu pesananku, kuamati kamera Nikon dlm tas cangklong, untung kamera itu tdk sampai terembes air. Warung tempat kuberteduh terlihat sangat rapi dan bersih, walaupun ukurannya kecil. Sungguh, aku baru kali itu singgah disana, meskipun sehari-hari kerab melintasi jalan di depannya. Pagi itu, ada tiga org yang turut berteduh sambil sarapan, kelihatannya mereka itu sopir dan kenek angkot yang pangkalannya tak seberapa jauh dri warung itu. Belum lagi kopi susu yang kupesan tiba dihadapanku, kulihat dua wanita muda masuk ke warung. “Uhh, gila hujannya ya Fin. . , untung sdh sampai sini, ” kata yang berbadan agak gemuk pd temanya yang lebih langsing. dri penampilan mereka aku Bsa menebak kalau mereka adlh sales promotion girl (SPG), dibelakang baju kaos yang mereka pakai ada sablonan bertulis Susu Siip (sengaja disamarkan), produk susu baru buatan lokal. Keduanya langsung duduk dibangku panjang tepat di depanku.

Cerita Dewasa 2016 - Kisah Mesumku Dengan SPG HOT Cerita Dewasa 2016 - Kisah Mesumku Dengan SPG HOT Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT haruka aizawa 57Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT | “Ini Dik kopi susunya, apa nggak sekalian pesan sarapan Dik ” ibu pemilik warung membawakan pesananku. “Makasih Bu, ini saja cukup. Saya sdh sarapan kok, ” jawabku, Ibu itu pun berlalu, setelah sempat menawarkan menu pd dua wanita muda dihadapanku. “Hm maaf Mas, apa tdk mau coba susu kami ” sebuah suara wanita mengejutkan aku. Hampir saja aku tersedak kopi yang sedang kuseruput dri cangkirnya, sebagian kopi malah tumpah mengotori lengan bajuku. “Duh maaf, kaget ya Mas. Tuh jadi kotor bajunya, ” wanita yang agak gemuk menyodorkan tisue ke pd ku. “Ohh, nggak apa Mbak, makasih ya, ” kuterima tisue pemberiannya dan membersihkan lengan bajuku. “Maaf, susu apa maksud Mbak ” aku bertanya. “Hik. Hik. Mas ini rupanya kaget dengar susu kita Fin, ” canda sigemuk, si langsing tersenyum saja. “Ini loh Mas, susu siip. Susu baru buatan lokal tpi oke punya. Harganya murah kok, Msh promosi Mas, ada hadiahnya kalau beli bnyk, ” si langsing menjelaskan, ia jg menerangkan harga dan hadiahnya. Sebenarnya aku ingin lebih lama diwarung itu supaya Bsa lebih lama bersama dua wanita SPG susu itu, tpi nampaknya hujan sdh mulai berhenti dan aku harus melanjutkan perjalanan krna waktunya sdh mepet utk aku mengirim foto ke pd Supri. “Saya tertarik Mbak, tpi kayaknya saya harus lanjutkan perjalanan nih, tuh hujannya sdh berhenti. Emm, gimana kalau saya kasih alamat saya, ini kartu nama saya dan kalau boleh Mbak berdua tulis namanya disini ya, ” kusodorkan selembar kartu namaku sekaligus meminta mereka menulis namanya dibuku saku yang kubawa. “Oh Mas Henky to namanya. Pulang kerjanya jam berapa Mas biar Bsa ketemu nanti kalau kami kerumahnya, ” si gemuk yang ternyata bernama Winda bertanya sambil senyum-senyum pd ku.“Jam empat  sore jg saya sdh dirumah kok. Mbak Winda dan Mbak Haryati boleh kesana sekitar jam itu, saya tunggu ya, ” jawabku. Haryati yang langsing jg tersenyum. Aku kemudian membayar kopi susu pesananku dan meninggalkan warung, utk segera ke studio foto Maxi Saiz. Untung aku belum terlambat mengirim foto-foto pesanan Supri itu.

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT | Jam 1 siang aku sdh selesai mengirim foto pesanan Supri, dan sdh Bsa santai dirumah kontrakanku yang agak jauh dri kota. Oh ya pembaca, umurku ketika itu sdh menginjak 28 tahun, aku coba mandiri merantau dikota ini setelah menyelesaikan kuliahku yang jg dikota ini. Soalnya kalau kembali ke kampung, Mkn aku hanya jadi petani, membantu bapak dan ibuku menggarap sawah mereka. Kuputar lagu-lagu melankolisnya Katon Bagaskara di VCD Player sambil kunikmati berbaring dikasur tanpa dipan kamarku. Foto Kodar kupandangi, pacarku itu sdh tiga minggu ini pindah ke Irian Jaya, bersama pindah tugas bapaknya yang tentara. Kayaknya sulit melanjutkan tali kasih kami, apalagi jarak kami sekarang jauh. Dan sepertinya ini takdirku, berkali-kali gagal kawin gara-gara terpisah tiba-tiba, jadi jomblo sampai umur segitu. Membayangkan kenangan manis bersama Anis, aku akhirnya lelap tertidur ditemani tembang manis Katon. Sampai akhirnya gedoran pintu kontrakan membangunkanku. Astaga sdh jam setengah 5 sore, aku segera membukakan pintu utama kontrakanku utk melihat siapa yang datang. “Sore Mas. . , duh baru bangun ya Maaf ya mengganggu lagi, ” ternyata yang datang Winda dan Wati, SPG Susu yang kujumpai pagi tadi. “Oh Mbak Winda dan Mbak Wati. . , saya pikir nggak jadi datang. Silahkan masuk yuk, saya basuh muka sebentar ya, ” kupersilahkan mereka masuk dan aku kekamar mandi membasuh mukaku.

Cerita Dewasa 2016 – Kisah Mesumku Dengan SPG HOT | Sore itu Winda dan Haryati tdk lagi menggunakan seragam SPG, mereka pakai casual. Winda walau agak gendut jadi terlihat seksi mengenakan jeans ketat dipadu kaos merah ketat pula, sedangkan Haryati yang langsing semakin asyik pakai rok span mini dipadu kaos kuning ketat. Rumah kontrakanku type 21, jadi hanya ada ruang tamu dan kamar tidur yang ukurannya kecil-kecil jg, selebihnya dapur dan kamar mandi jg sangat mini dibagian belakang. Setelah basuh muka, aku menemani mereka diruang tamu, tempat duduknya pun kursi bambu. “Wah ternyata Mas Hengky ini tukang foto ya, boleh dong kapan-kapan kita difoto Mas ” Winda buka bicara ketika aku duduk bersama mereka. “Tentu boleh, kapan Mbak mau datang aja kesini, ” jawabku. Selanjutnya kami kembali bicara masalah produk susu yang mereka pasarkan. Bergantian bicara, Winda dan Haryati menjelaskan kalau susu yang mereka jual ada beberapa macam dgn kegunaan yang beragam. Ada susu utk ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak usia sekolah, balita, bayi, orangtua, pertumbuhan remaja, sampai susu greng utk menambah vitalitas pria. Nah, utk susu penambah vitalitas pria itu, bicara mereka sdh berani agak porn0 dan mesum, membuat aku blingsatan mendengarnya.

“Hmm, boleh-boleh. Saya ambil susu grengnya dua pak, nanti kalau bagus saya tambah lagi lain kali, ” aku memotong bicara mereka yang semakin ngawur. “Nah gitu dong Mas, biar istri Mas senang kalau suaminya greng, ” Haryati kembali bercanda. “Duh. Mbak, saya belum kawin nih. Maksud saya susu greng itu saya pakai buat kerja, supaya tetap fit kalau kerja, ” kataku. Jawabanku itu membuat mereka saling pandang, lalu keduanya tertawa sendiri. “Wah kita kira Mas sdh punya istri, ternyata Msh bujang. Kok ganteng-ganteng belum laku sih ” Winda menggoda. Suasana terasa langsung akrab bersama dua SPG susu itu. Mereka pun menceritakan latar belakang mereka tanpa malu ke pd ku. Lina, wanita berumur 26 tahun, dulunya karyawati sebuah bank, lalu berhenti krna dinikahi rekan sekerjanya. tpi kini dia janda tanpa anak sejak suaminya sakit dan meninggal, tiga tahun lalu. Sedangkan Wati, bernasib sama. Wanita 24 tahun itu, pernah menikah dgn lelaki sekampungnya, tetapi kemudian jadi janda gantung sejak suaminya jadi TKI dan tak ada kabarnya sejak 4 tahun lalu. Keduanya terpaksa menjadi SPG utk menghidupi diri. “Kami malu Mas, sdh kawin Msh bergantung pd orangtua, makanya kami kerja begini, ” kata Wati. “Kalau Mas mau, gimana kalau saya seduhkan susu greng itu. Sekedar coba Mas, siapa tahu Mas jadi pingin beli lebih bnyk ” Winda menawarkanku setelah obrolan kami semakin akrab. Belum sempat kujawab dia sdh bangkit dan menanyakan dimana letak dapur, ia pun menyeduhkan secangkir susu greng buatku. Susu buatan Winda itu kucicipi, lalu kuteguk habis, kemudian kembali ngobrol dgn mereka. Ketika itu jam menunjuk angka tujuh malam. Lima belas menit setelah meneguk susu buatan Lina, aku merasakan dadaku bergemuruh dan panas sekujur tubuh, agak pusing jg. “Ohh. Kok saya pusing jadinya Mbak Kenapa ya Ahh. . , ” aku meremasi rambutku sambil bersandar di kursi bambu. “Agak pusing ya Mas, itu memang reaksinya kalau pertama minum Mas. Mana coba saya pijitin lehernya, ” Haryati pindah duduk kesampingku sambil memijiti tengkuk leherku, agak enakan rasanya setelah jemari lentik Haryati memijatiku. “Nah, biar lebih cpt sembuh saya jg bantu pijit ya, ” Winda pun bangkit dan duduk disampingku, posisiku jadi berada ditengah keduanya. Tapi, astaga, Winda bukannya memijit leherku malah menjamah celana depanku dan memijiti kont0lku yang mendadak tegang dibalik celana. “Ahh Mbaak. . , mmfphh. Ehmm, ” belum selesai kalimat dri bibirku, bibir Haryati segera menyumpal dan melumat bibirku. Gila pikirku, aku hendak menahan aksi mereka tpi aku pun terlanjur menikmati, apalagi reaksi susu sip yang kuteguk memang mujarab, birahiku langsung naik. Akhirnya kubalas kuluman bibir Wati, kusedot bibir tipisnya yang mirip Enno Lerian itu. “Waduh. . , gede jg Hengky juniornya Mas, ” ucapan Winda kudengar tanpa melihatnya krna wajah Haryati yang berpagutan dgnku menutupi. tpi aku tahu kalau ketika itu Winda sdh membuka resleting celanaku dan mengeluarkan kont0lku yang tegang dri celana. Seketika setelah itu, kurasakan benda kenyal dan basah melumuri kont0lku, rupanya Winda menjilati kont0lku. “Ahh. . , tdk Mbak. . , jangan Mbak, ” kudorong tubuh Haryati dan Lina, aku jadi panik kalau sampai ada warga yang melihat adegan kami. “Ayolah Mas. Kan sdh tanggung. Nanti pusing lagi loh, ” Winda seperti tak puas, Haryati pun menimpali. “Maksud saya jangan kita lakukan disini, takut kalau ketahuan Pak RT. Kita pindah kekamar aja yah, ” aku mengajak keduanya pindah ke kamar tidurku, setelah mengunci pintu utama kontrakanku. Sampai di kamarku, bagaikan balita yang akan dimandikan ibunya, pakaianku segera dilucuti dua SPG itu, dan mereka pun melepasi seluruh pakaiannya. Wah tubuh mereka nampak Msh terawat, Mkn krna lama menjanda. Sebelum melanjutkan permainan tadi, kuputar lagi lagu Katon Bagaskara dgn volume agak keras supaya suara kami tak terdengar keluar.

Setelah itu, aku rebah dikasurku dan Winda segera mengulangi aksinya menjilati, menghisap kont0lku yang semakin mengeras. Winda bagaikan serigala lapar yang mendapatkan daging kambing kesukaannya. Sedangkan Haryati berbaring disisiku dan kami kembali berpagutan bibir, bermain lidah dlm kecupan hangat. Dlm posisi itu tanganku mulai aktif meraba-raba susu Haryati disampingku, kenyal dan hangat sekali susu itu, lebih sip sari susu sip yang mereka jual ke pd ku. “Oh Mas, saya sdh nggak tahan Mas, ” Winda mengeluh dan melepaskan kulumannya dikont0lku. “Ayo Lin, kamu duluan. tpi cpt yahh, ” Haryati menyuruh Lina. Wanita bertubuh agak gemuk itu segera menunggangiku, menempatkan [email protected] basahnya diujung kont0lku Winda berposisi jongkok dan bless, kont0lku menembusi [email protected] “Ohh. Aaauhh. Mass hengg, ” Winda meracau sambil menggenjot pinggulnya naik turun dgn posisi jongkok diatasku. Kurasakan nikmatnya [email protected] Lina, apalagi lemak pahanya ikut menjepit di kont0lku. Haryati yang turut terbakar birahinya segera menumpangi wajahku dgn posisi jongkok jg, bibir [email protected] tepat berada dihadapan bibirku langsung kusambut dgn jilatan lidah dan isapan kecil. Posisi mereka yang berhadapan diatas tubuhku memudahkan keduanya saling pagut bibir, sambil pinggulnya memutar, naik turun, menekan, diwajah dan kont0lku. Lima belas menit setelah itu, Winda mempercpt gerakannya dan erangannya pun semakin erotis terdengar. “Ahh Mass. . , sayaa kliimmaakss. Ohh ammphhuunnhh, ” Winda mengejang diatasku, lalu ambruk berbaring disamping kananku. Melihat Winda KO, Haryati kemudian turun dri wajahku dan segera mengambil posisi Lina, dia mau jg memasukkan kont0lku ke [email protected] “Ehh tunnggu Mbak Wati, tunggu, ” kuhentikan Wati. Aku bangkit dan memeluknya lalu membaringkannya dikasur, se-higa akulah yang kini diatas tubuhnya. “Mass. Aku pingin seperti Winda Masshh. Puasian aku ya. Meemmppffhh. Ouhh Mass, ” Haryati tersengal-sengal kuserang cumbuan, sementara kont0l tegangku sdh amblas dimekinya. “Ohh enakhhnya [email protected] Watthh. Enakhh ughh, ” “Engh. Genjot yang kerass Mass, koontollmu jg ennahhkk. Ohh Mass, ” Haryati dan aku memanjat tebing kenikmatan kami hingga dua puluh menit, sampai akhirnya Haryati pun mengejang dlm tindihanku. “Amphhunn Mass. Ohh nikhhmatt bangghett Masshh. . , ” Haryati mengecup dadaku dan mencakar punggungku menahan kenikmatan yang asyik. “Iyah Watt. Inii utkkhhmuhh. Ohh. Oohh, ” aku pun menumpahkan berliter spermaku ke dlm [email protected] Wati. Setelah sama-sama puas, dua SPG susu itu pun berlalu dri rumahku, kutambahkan dua lembar ratusan ribu utk mereka. Aku pun kembali tidur dan menghayalkan kenikmatan tadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *